Minggu, 20 Oktober 2019

STROKE

STROKE


STROKE



Pengertian Stroke

Stroke adalah kondisi yang terjadi ketika pasokan darah ke otak terganggu atau berkurang akibat penyumbatan (stroke iskemik) atau pecahnya pembuluh darah (stroke hemoragik). Tanpa darah, otak tidak akan mendapatkan asupan oksigen dan nutrisi, sehingga sel-sel pada sebagian area otak akan mati. Kondisi ini menyebabkan bagian tubuh yang dikendalikan oleh area otak yang rusak tidak dapat berfungsi dengan baik.
Stroke adalah kondisi gawat darurat yang perlu ditangani secepatnya, karena sel otak dapat mati hanya dalam hitungan menit. Tindakan penanganan yang cepat dan tepat dapat meminimalkan tingkat kerusakan otak dan mencegah kemungkinan munculnya komplikasi.


Faktor Risiko Stroke

Terdapat beberapa faktor yang meningkatkan risiko stroke. Selain stroke, faktor risiko ini juga dapat meningkatkan risiko serangan jantung. Faktor-faktor tersebut meliputi:
  • Faktor kesehatan, yang meliputi:
    • Hipertensi.
    • Diabetes.
    • Kolesterol tinggi.
    • Obesitas.
    • Penyakit jantung, seperti gagal jantung, penyakit jantung bawaan, infeksi jantung, atau aritmia.
    • Sleep apnea.
    • Pernah mengalami TIA atau serangan jantung sebelumnya.
  • Faktor gaya hidup, yang meliputi:
    • Merokok.
    • Kurang olahraga atau aktivitas fisik.
    • Konsumsi obat-obatan terlarang.
    • Kecanduan alkohol.
  • Faktor lainnya:
    • Faktor keturunan. Orang yang memiliki anggota keluarga yang pernah mengalami stroke, berisiko tinggi mengalami penyakit yang sama juga.
    • Dengan bertambahnya usia, seseorang memiliki risiko stroke lebih tinggi dibandingkan orang yang lebih muda.

Penyebab Stroke

Berdasarkan penyebabnya, ada dua jenis stroke, yaitu:
  • Stroke iskemik. Stroke iskemik terjadi ketika pembuluh darah arteri yang membawa darah dan oksigen ke otak mengalami penyempitan, sehingga menyebabkan aliran darah ke otak sangat berkurang. Kondisi ini disebut juga dengan iskemia. Stroke iskemik dapat dibagi lagi ke dalam 2 jenis, stroke trombotik dan stroke embolik.
  • Stroke hemoragik. Stroke hemoragik terjadi ketika pembuluh darah di otak pecah dan menyebabkan perdarahan. Pendarahan di otak dapat dipicu oleh beberapa kondisi yang memengaruhi pembuluh darah. Kondisi tersebut meliputi hipertensi yang tidak terkendali, melemahnya dinding pembuluh darah, dan pengobatan dengan pengencer darah. Stroke hemoragik terdiri dari dua jenis, yaitu perdarahan intraserebral dan subarachnoid.

Gejala Stroke

Tiap bagian otak mengendalikan bagian tubuh yang berbeda-beda, sehingga gejala stroke tergantung pada bagian otak yang terserang dan tingkat kerusakannya. Itulah mengapa gejala atau tanda stroke bisa bervariasi pada tiap pengidap. Namun, umumnya stroke muncul secara tiba-tiba. Ada tiga gejala utama stroke yang mudah untuk dikenali, yaitu:
  • Salah satu sisi wajah akan terlihat menurun dan tidak mampu tersenyum karena mulut atau mata terkulai.
  • Tidak mampu mengangkat salah satu lengannya karena terasa lemas atau mati rasa. Tidak hanya lengan, tungkai yang satu sisi dengan lengan tersebut juga mengalami kelemahan.
  • Ucapan tidak jelas, kacau, atau bahkan tidak mampu berbicara sama sekali meskipun penderita terlihat sadar.
Beberapa gejala dan tanda stroke lainnya, yaitu:
  • Mual dan muntah.
  • Sakit kepala hebat yang datang secara tiba-tiba, disertai kaku pada leher dan pusing berputar (vertigo).
  • Penurunan kesadaran.
  • Sulit menelan (disfagia), sehingga mengakibatkan tersedak.
  • Gangguan pada keseimbangan dan koordinasi.
  • Hilangnya penglihatan secara tiba-tiba atau penglihatan ganda.

Diagnosis Stroke

Bila mengalami gejala seperti di atas, segera ke rumah sakit untuk mendapat penanganan. Agar bisa menentukan jenis penanganan yang paling tepat bagi pengidap stroke, dokter akan mengevaluasi terlebih dahulu jenis stroke dan area otak yang mengalami stroke.
Sebagai langkah awal diagnosis, dokter bertanya kepada pasien atau anggota keluarga pasien tentang beberapa hal, yang meliputi:
  • Gejala yang dialami, awal munculnya gejala, dan apa yang sedang pasien lakukan ketika gejala tersebut muncul.
  • Jenis obat-obatan yang sedang dikonsumsi.
  • Apakah pasien pernah mengalami cedera di bagian kepala.
  • Memeriksa riwayat kesehatan pengidap dan keluarga pengidap terkait penyakit jantung, stroke ringan (TIA), dan stroke.
Kemudian, dokter melakukan pemeriksaan fisik pasien secara keseluruhan, yang biasanya diawali dengan memeriksa tekanan darah, detak jantung, dan bunyi bising abnormal di pembuluh darah leher dengan menggunakan stetoskop.
Dokter juga bisa merekomendasikan pemeriksaan lanjutan, seperti tes darah, CT scan, MRI, elektrokardiografi, USG doppler karotis, dan ekokardiografi.

Komplikasi Stroke

Stroke dapat menyebabkan berbagai macam komplikasi, dan sebagian besar komplikasi tersebut berakibat fatal. Beberapa jenis komplikasi yang mungkin muncul, antara lain:
  • Deep vein thrombosis. Sebagian orang akan mengalami penggumpalan darah di tungkai yang mengalami kelumpuhan. Kondisi tersebut dikenal sebagai deep vein thrombosis. Kondisi ini terjadi akibat terhentinya gerakan otot tungkai, sehingga aliran di dalam pembuluh darah vena tungkai terganggu. Hal ini meningkatkan risiko untuk terjadinya penggumpalan darah. Deep vein thrombosis dapat diobati dengan obat antikoagulan.
  • Sebagian pengidap stroke hemoragik dapat mengalami hidrosefalus, yaitu menumpuknya cairan otak di dalam rongga jauh di dalam otak (ventrikel). Dokter bedah saraf akan memasang sebuah selang ke dalam otak untuk membuang cairan yang menumpuk tersebut.
  • Kerusakan yang disebabkan oleh stroke dapat mengganggu refleks menelan, akibatnya makanan dan minuman berisiko masuk ke dalam saluran pernapasan. Masalah dalam menelan tersebut dikenal sebagai disfagia. Disfagia dapat menyebabkan pneumonia aspirasi.

Pengobatan Stroke

Pengobatan khusus yang diberikan pada pengidap stroke tergantung pada jenis stroke yang dialaminya, stroke iskemik atau stroke hemoragik.
  • Pengobatan stroke iskemik. Penanganan awal akan berfokus untuk menjaga jalan napas, mengontrol tekanan darah, dan mengembalikan aliran darah. Penanganan tersebut dapat dilakukan dengan cara penyuntikan rtPA (recombinant tissue plasminogen activator), obat antiplatelet, obat pengencer darah (antikoagulan), obat antihipertensi, obat statin, serta pelaksanaan operasi endarterektomi karotis dan angioplasti.
  • Pengobatan stroke hemoragik. Pada kasus stroke hemoragik, pengobatan awal bertujuan untuk mengurangi tekanan pada otak dan mengontrol perdarahan. Ada beberapa bentuk pengobatan terhadap stroke hemoragik, antara lain dengan mengonsumsi obat-obatan dan operasi.
  • Pengobatan TIA (Transient Ischemic Attack). Pengobatan TIA bertujuan untuk menurunkan faktor risiko yang dapat memicu timbulnya stroke, sehingga penyakit jantung tersebut dapat dicegah. Dokter akan memberikan obat yang meliputi obat antiplatelet atau obat antikoagulan, obat kolesterol, serta obat antihipertensi, tergantung dari faktor risiko yang dimiliki pasien. Dalam beberapa kasus, prosedur operasi endarterektomi karotis diperlukan jika terdapat penumpukan lemak pada arteri karotis.

Pencegahan Stroke

Cara mencegah stroke yang utama adalah dengan menerapkan gaya hidup sehat. Selain itu, kenali dan hindari faktor risiko yang ada, serta ikuti anjuran dokter. Beberapa tindakan pencegahan stroke, antara lain:
  • Menjaga pola makan. Terlalu banyak mengonsumsi makanan asin dan berlemak dapat meningkatkan jumlah kolesterol dalam darah dan risiko menimbulkan hipertensi yang dapat memicu terjadinya stroke. Hindari konsumsi garam yang berlebihan. Konsumsi garam yang ideal adalah sebanyak 6 gram atau satu sendok teh per hari. Makanan yang disarankan adalah makanan yang kaya akan lemak tidak jenuh, protein, vitamin, dan serat. Seluruh nutrisi tersebut bisa diperoleh dari sayur, buah, biji-bijian utuh, dan daging rendah lemak seperti dada ayam tanpa kulit.
  • Olahraga secara teratur. Olahraga secara teratur dapat membuat jantung dan sistem peredaran darah bekerja lebih efisien. Olahraga juga dapat menurunkan kadar kolesterol dan menjaga berat badan serta tekanan darah pada tingkat yang sehat.
  • Berhenti merokok. Perokok berisiko dua kali lipat lebih tinggi terkena stroke, karena rokok dapat mempersempit pembuluh darah dan membuat darah mudah menggumpal. Tidak merokok berarti juga mengurangi risiko berbagai masalah kesehatan lainnya, seperti penyakit paru-paru dan jantung.
  • Hindari konsumsi minuman beralkohol. Minuman keras mengandung kalori tinggi. Jika dikonsumsi secara berlebihan, seseorang rentan terhadap berbagai penyakit pemicu stroke, seperti diabetes dan hipertensi. Konsumsi minuman beralkohol berlebihan juga dapat membuat detak jantung menjadi tidak teratur.
  • Hindari penggunaan NAPZA. Beberapa jenis NAPZA, seperti kokain dan methamphetamine, dapat menyebabkan penyempitan arteri dan mengurangi aliran darah.

JANTUNG KORONER

JANTUNG KORONER


JANTUNG KORONER
Diagram of a heart in an older woman. Close-up of the coronary artery with fat deposits that restrict blood flow.
Penyakit jantung yang paling umum terjadi adalah penyakit jantung koroner. Penyakit ini terjadi, ketika pasokan darah yang kaya oksigen menuju otot jantung terhambat oleh plak pada pembuluh darah jantung atau arteri koroner.
Pada dinding pembuluh arteri dapat terjadi kondisi ateroskelosis, yaitu penumpukan kolesterol dan substansi lainnya, seperti kalsium dan fibrin, yang membentuk sumbatan atau plak di pembuluh darah arteri. Plak dapat terbentuk di dinding arteri bahkan sejak seseorang masih muda. Namun semakin bertambahnya usia, risiko pembentukan plak akan semakin tinggi. Jika tidak diobati, lama kelamaan plak ini dapat menyebabkan berkurangnya elastitas pembuluh darah arteri dan mengganggu kelancaran aliran darah.
Lebih Jauh Tentang Penyakit Jantung Koroner - Alodokter
Makin besar plak, maka makin sempit pembuluh arteri jantung, sehingga suplai darah yang kaya oksigen ke jantung akan makin sedikit. Plak juga dapat lepas dan kemudian menyumbat sebagian besar hingga seluruh aliran darah pada pembuluh arteri. Bila hambatan aliran darah ini terjadi pada arteri koroner, maka dapat terjadi serangan jantung.
Hal-hal yang Meningkatkan Risiko Penyakit Jantung Koroner
Sejauh ini, penyebab pasti terbentuknya plak pada pembuluh arteri masih belum diketahui dengan pasti. Namun beberapa hal berikut bisa memperbesar risiko seseorang mengalami aterosklerosis:
  • RokokMerokok adalah salah satu faktor yang paling berperan dalam peningkatan risiko penyakit jantung koroner. Perokok diprediksi memiliki risiko terkena penyakit jantung koroner 24% lebih besar daripada yang tidak merokok. Kandungan nikotin dan karbon monoksida dalam rokok membuat jantung bekerja lebih berat dari biasanya. Kedua zat tersebut juga meningkatkan risiko terjadinya gumpalan darah di arteri. Celakanya, bahan-bahan kimia lain dalam rokok juga bisa merusak lapisan arteri koroner, sehingga kian memperbesar risiko terkena penyakit jantung koroner.
  • KolesterolKolesterol yang terlalu banyak mengalir dalam darah dapat menyebabkan penyakit jantung koroner. Jenis kolesterol yang membuat risiko penyakit jantung koroner meningkat adalah  low-density lipoprotein (LDL) yang biasa disebut sebagai kolesterol ‘jahat’. Karena, kolesterol inilah yang memiliki kecenderungan untuk menempel dan menimbun di arteri koroner.
  • DiabetesPenderita diabetes diprediksi memiliki risiko dua kali lipat lebih tinggi terkena penyakit jantung koroner. Hal ini diduga karena penderita diabetes memiliki lapisan dinding pembuluh darah yang lebih tebal. Tebalnya dinding arteri koroner bisa mengganggu kelancaran aliran darah ke jantung.
  • Terjadinya penggumpalan darahPenggumpalan darah atau trombosis yang terjadi pada arteri koroner akan menghambat suplai darah menuju jantung. Proses terjadinya penggumpalan darah ini berhubungan erat dengan faktor lain, seperti proses peradangan, kadar kolesterol tinggi, gula darah yang tidak terkontrol, serta stres.
  • Tingginya tekanan darahTekanan darah yang tinggi juga bisa meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung koroner. Seseorang dikategorikan memiliki tekanan darah tinggi jika memiliki tekanan sistolik pada kisaran 130 mmHg atau lebih, atau tekanan diastolik 80 mmHg atau lebih. Tekanan sistolik sendiri didefinisikan sebagai ukuran tekanan darah saat jantung berkontraksi untuk memompa darah keluar. Sementara tekanan diastolik adalah tekanan darah saat otot jantung meregang untuk mengisi darah.
Cara Mencegah Penyakit Jantung Koroner
Untuk meminimalkan risiko terkena penyakit jantung koroner, ada beberapa cara yang dapat Anda lakukan, di antaranya:
  • Terapkan pola makan sehat dan gizi seimbang, perbanyak asupan buah dan sayur, kurangi makanan yang mengandung kolesterol dan garam berlebih.
  • Berhenti merokok.
  • Menurunkan berat badan jika berlebihan.
  • Mengontrol tekanan darah.
  • Istirahat yang cukup. Penelitian menunjukkan bahwa kurangnya kualitas dan jam tidur berpengaruh pada peningkatan risiko terkena penyakit jantung koroner.
Bahaya penyakit jantung koroner akan memengaruhi kualitas hidup Anda, bahkan dapat menimbulkan kematian mendadak karena serangan jantung. Karena itu, segera konsultasikan dengan dokter jika Anda berisiko tinggi terkena penyakit ini, atau justru sudah mengalami gejala penyakit jantung koroner, seperti nyeri dada yang muncul saat beraktivitas berat atau stres, sesak napas, keringat dingin, dan nyeri dada yang menjalar hingga lengan dan leher.

JANTUNG DAN PEMBULUH DARAH

JANTUNG DAN PEMBULUH DARAH


Pengertian Jantung

Jantung adalah organ tubuh yang terdiri dari kumpulan otot yang berfungsi memompa darah ke seluruh tubuh. Secara rata-rata, jantung manusia berdenyut 72 kali per menit dalam status beristirahat dan memompa 4 hingga 7 liter darah pada tiap menitnya.

Bagian Jantung : Pengertian, Fungsi, Penyakit, dan Penanggulangannya


Pengertian Jantung



Bagian Bagian Jantung
Bagian Bagian Jantung – Jantung dalam bahasa latinnya yaitu cor merupakan  sebuah rongga, rongga organ berotot yang memompa darah lewat pembuluh darah oleh kontraksi berirama yang berulang.
Darah menyuplai okisgen dan nutrisi pada tubuh, juga bisa membantu menghilangkan sisa-sisa metabolisme. I
Istilah  kardiak mempunyai arti yaitu berhubungan dengan jantung, dari kata Yunani cardia untuk jantung. Jantung merupakan salah satu organ manusia yang berperan dalam sistem peredaran darah, terletak di rongga dada agak sebelah kiri.
Pada manusia, mamalia, dan burung, jantung dibagi menjadi empat ruas yaitu: atrium atas kanan dan kiri; dan ventrikel bawah kanan dan kiri.
Pada umumnya atrium dan ventrikel kanan disebut dengan jantung kanan, dan sisanya disebut jantung kiri. Ikan hanya mempunyai dua ruas, sebuah atrium dan sebuah ventrikel, sementara reptil memiliki tiga ruas. Pada jantung yang sehat darah akan mengalir satu arah melalui pembuluh darah.
Terdapat sebuah kantung pembungkus yang dapat melindungi jantung, perikardium, yang juga mengandung sedikit cairan. Dinding jantung sendiri tersusun atas tiga lapisan yaitu epikardium, miokardium, dan endokardium.
Jantung memompa darah melewati dua sistem sirkulasi yang ada di jantung. Darah yang berasal dari sistem peredaran darah besar telah mengandung sedikit oksigen dan memasuki atrium kanan melalui vena kava superior dan inferior menuju ventrikel kanan.
Dari sinilah darah dipompa menuju paru-paru, tempat darah memperoleh oksigen dan juga tempat meninggalkan karbon dioksida.
Darah yang sudah mengandung oksigen akan kembali menuju atrium kiri, melewati ventrikel kiri dan dipompa menuju seluruh tubuh melalui aorta—di mana oksigen digunakan dan melalui metabolisme menjadi karbon dioksida.
Ditambah lagi, darah juga dapat membawa nutrisi dari hati menuju berbagai organ tubuh, sementara membawa zat sisa menuju hati dan ginjal.
Pada umumnya jumlah darah yang terpompa menuju paru-paru sama dengan jumlah darah yang terpompa ke seluruh tubuh.
Pembuluh vena dapat memompa darah menuju jantung dan membawa darah yang kaya karbon dioksida – kecuali vena pulmonaris dan vena pada sistem pencernaan.
Arteri akan membawa darah keluar jantung dan membawa oksigen selain pada arteri pulmonaris. Jarak yang jauh dari jantung membuat pembuluh vena mempunyai tekanan yang lebih kecil dari pembuluh arteri.
Ketika anda beristirahat, jantung berdetak kurang lebih 72 kali per menit. Latihan fisik biasanya dapat mengangkat jumlahnya, namun jumlah melambat selama beberapa waktu, yang baik untuk jantung.
Penyakit kardiovaskular merupakan penyebab kematian yang umum pada tahun 2008, membawa 30% manusia pada kematian. Diikuti dengan penyakit pembuluh koroner dan stroke.
Penyebab utamanya yaitu merokok, obesitas, latihan yang kurang, kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, diabetes, dan lain-lain.
Diagnosis dari kardiovaskular seringkali dilakukan dengan alat stetoskop, ECG atau melalui pendengaran ultrasonik.
Spesial yang fokus pada penyakit jantung disebut dengan kardiologis, meskipun dibutuhkan spesialis lain untuk menanganinya.

Fungsi Jantung Yang Sehat

Bagian Bagian Jantung
Jantung manusia yang ukurannya hampir sebesar kepalan tangan manusia, terbagi menjadi empat bagian, yaitu serambi kanan dan kiri, serta bilik kanan dan kiri. Tiap ruangan jantung ini dipisahkan oleh lapisan dinding yang disebut dengan lapisan dinding septum.
Kemudian darah dipompa melalui bagian-bagian tersebut. Untuk dapat memastikan alur aliran darah, terdapat katup-katup yang dapat membuka dan menutup.
Semua katup tersebut bertugas untuk menjaga darah mengalir ke arah yang benar. Terdapat empat jenis katup pada jantung, dan berikut penjelasan dari keempat katup tersebut
  1. Katup mitral, katup ini berada di antara serambi kiri dan bilik kiri. Katup ini normalnya mempunyai dua daun katup, karenanya disebut dengan katup bikuspid.
  2. Katup aorta, katup ini berada di antara bilik kiri dan aorta atau batang nadi.
  3. Katup trikuspid, katup ini berada di antara serambi kanan dan bilik kanan, dan mempunyai tiga daun katup.
  4. Katup pulmonalis, katup iniberada di antara bilik kanan dan arteri pulmonalis.

Bagian-Bagian Jantung 

Bagian Bagian Jantung
Penasaran bagaimana organ yang tidak lebih dari kepalan tangan mampu memopa darah ke seluruh tubuh? Berikut penjelasan singkat tentang anatomi jantung beserta fungsinya.

Perikardium

Jantung berada dalam rongga berisi cairan yang disebut dengan rongga perikardial. Dinding dan lapisan rongga perikardial inilah yang biasa disebut dengan perikardium.
Perikardium adalah sejenis membran serosa yang menghasilkan cairan serous untuk melumasi jantung selama berdenyut dan mencegah gesekan yang menyakitkan antara jantung dan organ sekitarnya.
Bagian ini juga dapat berfungsi untuk menyangga dan menahan jantung untuk tetap berada dalam posisinya. Dinding jantung terdiri dari tiga lapisan yaitu lapisan epikardium (lapisan terluar), lapisan miokardium (lapisan tengah), dan lapisan endokardium (lapisan dalam).

Serambi

Serambi atau disebut juga atrium adalah bagian jantung atas yang terdiri dari serambi kanan dan kiri. Serambi kanan sendiri berfungsi untuk menerima darah kotor dari tubuh yang kemudian dibawa oleh pembuluh darah
Sedangkan serambi kiri ini berfungsi untuk menerima darah bersih dari paru-paru. Serambi mempunyai dinding yang lebih tipis dan tidak berotot karena tugasnya hanya sebagai ruangan penerima darah.

Bilik

Sama seperti serambi, bilik atau disebut juga ventrikel adalah bagian jantung bawah yang terdiri dari bagian kanan dan kiri.
Bilik kanan berfungsi sebagai alat untuk memompa darah kotor dari jantung ke paru-paru. Sedangkan bilik kiri berfungsi untuk memompa darah bersih dari jantung ke seluruh tubuh.
Dinding bilik jauh lebih tebal dan juga berotot dibandingkan dengan serambi karena dinding bilik bekerja lebih keras untuk memompa darah baik dari jantung ke paru-paru maupun ke seluruh tubuh.

Katup

Jantung sendiri mempunyai empat katup yang menjaga aliran darah mengalir ke satu arah, yaitu:
  1. Katup trikuspid berfungsi untuk dapat mengatur aliran darah antara serambi kanan dan bilik kanan.
  2. Katup pulmonal berfungsi untuk dapat mengatur aliran darah dari bilik kanan ke arteri pulmonalis yang membawa darah ke paru-paru untuk mengambil oksigen.
  3. Katup mitral mempunyai fungsi untuk dapat mengalirkan darah yang kaya oksigen dari paru-paru mengalir dari serambi kiri ke bilik kiri.
  4. Katup aorta berfungsi sebagai alat untuk membuka jalan bagi darah yang kaya akan oksigen untuk dilewati dari bilik kiri ke aorta (arteri terbesar di tubuh).

Pembuluh darah

Ada tiga jenis  pembuluh darah utama yang terdapat di dalam jantung, yaitu:
  1. Arteri, membawa darah yang kaya dengan oksigen dari jantung ke bagian tubuh lainnya. Arteri mempunyai dinding yang cukup elastis sehingga dapat menjaga tekanan darah tetap konsisten.
  2. Vena, pembuluh darah yang satu ini berfungsi untuk membawa darah yang miskin oksigen dari seluruh tubuh untuk kembali ke jantung. Dibandingkan dengan arteri, vena mempunyai dinding pembuluh yang lebih tipis.
  3. Kapiler, pembuluh darah ini bertugas untuk menghubungkan antara arteri terkecil dengan vena terkecil.
Dindingnya sangat tipis sehingga memungkinkan pembuluh darah untuk dapat bertukar senyawa dengan jaringan sekitarnya, seperti karbon dioksida, air, oksigen, limbah, dan nutrisi.

Siklus jantung

Siklus jantung yaitu urutan kejadian yang terjadi saat jantung berdetak. Berikut merupakan dua fase siklus jantung, yaitu:
  1. Sistol, jaringan otot jantung berkontraksi untuk dapat memompa darah keluar dari ventrikel.
  2. Diastol, otot jantung rileks terjadi ketika pengisian darah di jantung
Tekanan darah akan meningkat di arteri utama selama sistol ventrikel dan menurun selama diastol ventrikel.
Hal ini menyebabkan 2 angka yang terkait dengan tekanan darah-tekanan darah sistolik merupakan angka yang lebih tinggi dan tekanan darah diastolik adalah angka yang lebih rendah.
Contohnya yaitu tekanan darah 120/80 mmHg menggambarkan tekanan sistolik (120) dan tekanan diastolik (80).